Keindahan Candi Ratu Boko

Berada di ketinggian di antara sisa – sisa bangunan yang megah seakan dibawa ke masa lalu. Kemegahan bangunan – bangunan ini menjadi saksi bisu kekuasaan Ratu Boko di masa lalu.



Candi Ratu  Boko merupakan salah satu candi hindu yang letaknya berdekatan dengan candi Prambanan dan juga candi lain seperti Candi Plaosan, Candi Kalasan, Candi Sewu dan Candi Sambi Sari. Terletak hanya sekitar 3 kilometer kearah selatan Candi Prambanan, tepatnya di kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kira-kira 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Solo.
Saat yang paling tepat mengunjungi Candi Ratu Boko adalah saat sore hari. Di Tempat ini anda bisa menikmati pesona sunset yang luar biasa indah. Para pemburu sunset menjadikan kawasan Ratu Boko ini.

Bagian Candi Ratu Boko

GERBANG UTAMA

Jalan kaki adalah cara terbaik menikmati Candi ini ke semua sudutnya . Bagian paling awal terdiri dari 2 pintu di Paduraksa dengan sebuah atap berbentuk Ratna yang fungsinya sebagai pintu masuk utama. Pintu yang pertama terbuat dari batuan andesit, namun lantai dan tembok tangganya terbuat dari batu kapur putih halus. Panjang pintu pertama adalah 12m, lebar 6,90 m, dan tinggi 5,05 m serta memiliki 3 pintu. Sedangkan pintu yang kedua memiliki panjang 18,60 m , lebar 9 m, tinggi 4,50 m serta memiliki 5 pintu.

CANDI PEMBAKARAN DAN SUMUR SUCI

Bangunan kedua setelah masuk gerbang adalah candi pembakaran. Ada di sebelah kiri. Terbuat dari batuan andesit dan memiliki panjang 22,60 m , lebar 22,33 m dan tinggi 3,82m. Candi ini dinamakan Pembakaran karena ditemukan abu bekas pembakaran di situs candi Pembakaran.  Ukuran sumurnya 2,30m x 1,80m, kedalaman airnya pada musim kering 2m. Pada zaman dahulu orang-orang menggunakan air dari sumur suci untuk upacara keagamaan di candi Pembakaran dan air dari sumur tersebut dipercaya membawa keberuntungan bagi siapa saja yang menggunakannya. Para pemeluk agama Hindu menggunakan air dari sumur tersebut untuk perayaan Tawur Agung (sehari sebelum Nyepi) untuk menyucikan diri.

PASEBAN 

Terdiri dari 2 Batur. Paseban timur memiliki panjang 24,6m , lebar 13,3 m , serta tinggi 1,16 m. Sedangkan Paseban barat memiliki panjang 24,42 m , lebar 13,34 m dan tinggi 0,8 m. Kedua paseban tersebut didirikan saling berhadapan antara satu dengan lainnya, namun demikian belum diketahui secara pasti fungsi paseban tersebut. Nama Paseban berdasarkan pada sebuah analogi istana diwaktu yang sesungguhnya, paseban merupakan sebuah ruang tunggu bagi siapa saja yang hendak menemui raja atau tempat penghadapan.

PENDOPO

Pagarnya memiliki panjang 40,80 m , lebar 33,90 m , dan tinggi 3,45 m. Bagian dasar dan atapnya terbuat dari batuan andesit namun bagian tubuhnya terbuat dari batuan halus kapus halus. Ada 2 batur di dalam pagar , batur bagian utara memilik panjang 20,57 m , lebar 20,49 m, dan tinggi 1,43 m. Batur bagian selatan di Pringgitan, memiliki panjang 20,50 , lebar 7,04 m dan tinggi 1,51 m. Kedua batur tersebut terhubung pada sebuah lorong yang terbuat dari batuan andesit. Diatas atap batur terdapat 24 umpak dan masih ada 12 umpak di Pringgitan. Pendopo merupakan bangunan pusat yang memiliki tiang-tiang yang terbuat dari kayu. Karena tiang, tembok, dan atap terbuat dari bahan yang mudah rusak maka hanya tiang yang terbuat dari batu yang masih utuh sedangkan bagian bangunan yang terbuat dari kayu sudah termakan usia.

KOLAM

Kompleks kolam terbagi menjadi 2 bagian, bagian utara dan bagian selatan. Kedua bagian dipisahkan oleh sebuah dinding penyekat dan terhubung oleh sebuah pintu. Kompleks dinding penyekat dan terhubung oleh sebuah pintu. Kompleks bagian utara berbentuk persegi. Terdiri dari 7 kolam ( 5 kolam besar dan 2 kolam kecil) , sedangkan kompleks bagian selatan terdiri dari 28 kolam (14 kolam besar berbentuk bulat , 13 kolam kecil berbentuk bilat dan 1 kolam berbentuk kotak). Banyak banget yah kolamnya. Kayaknya orang-orang dulu seneng berendam atau renang-renang ceria.

GOA

Di situs candi Ratu Boko terdapat 2 buah goa, yang biasa disebut Goa lanang dan Goa wadon. Dinamakan goa wadon karena terdapat sebuah relief yang melambangkan “anu-nya” cewek (simbol Yoni) di atas pintu masuknya. Simbol Yoni biasanya dilengkapi juga dengan Lingga (“anu-nya cowok) yang dianggap perwakilan Siwa dalam ajaran agama Hindu. Kesatuan antara Yoni dan Lingga dianggap membawa kesuburan dan kesejahteraan. Goa ini diperkirakan sebagai tempat untuk bermeditasi pada zaman dulu.

Asal nama ini tempat ini dihubungkan dengan legenda setempat “keputren” (area khusus wanita). Terdiri dari 2 batur yang terbuat dari batu andesit yang menghadap ke barat. Batur bagian selatan memiliki panjang 21,43 m, lebar 22,7 m dan tinggi 1,75 m. Batur bagian utara memiliki panjang 16,4 m dan lebar 14,90 m serta terbuat dari batuan andesit.





0 komentar